Empati yang Menenangkan
PERHATIAN dan kasih sayang mungkin tidak akan menyembuhkan secara total.Namun, bentuk dukungan yang diberikan akan membantu penderita menjalani hari-harinya.
Psikolog dari Universitas Tarumanegara Dra Henny Wirawan M Hum Psi menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan terdekat. Seseorang yang divonis mengalami penyakit yang susah disembuhkan atau belum ada obatnya akan melalui beberapa tahapan.Pertama kali mereka akan mengalami shock, marah, kemudian depresi. Panjang atau pendeknya waktu seorang pasien untuk melewati masa-masa tergantung dari masing-masing individu dan dukungan yang diberikan. Kepribadian individu yang matang dan dewasa juga menjadi faktor untuk pasien mampu melewati perubahan emosi.
”Lingkungan berperan penting karena dukungan yang diberikan mampu mendukung atau malah menghancurkan kondisi psikologis pasien,” papar pengajar di Universitas Tarumanegara. Dukungan positif yang diberikan akan membantu pemulihan kondisi pasien. Dukungan atau pendampingan keluarga terhadap pasien sangat signifikan bagi peningkatan quality of life (kualitas hidup pasien). Sebaliknya, apabila pasien malah disalahkan mengenai keadaan yang kini dideritanya justru memperburuk keadaan. Misalnya, malah disalahkan mengenai keterlambatan memeriksakan diri ke dokter.
Ibaratnya, mereka sudah menderita tapi masih juga disalahkan. Ketika mereka membutuhkan tempat berbagi, penolakan situasi ini semakin menghancurkan dan memperburuk keadaan mereka. Bentuk dukungan bukan sekadar melayani kebutuhan pasien, pendampingan saat berobat dan menjadi pendengar yang baik. ”Cukup mendengarkan setiap keluhan pasien akan sangat berarti. Karena saat melewati fase-fase tersebut, ada kalanya mereka harus tetap menjalani perubahan emosi.Namun, tetap harus tetap didampingi,” ujarnya.
Dia menambahkan pentingnya dukungan sosial dari penyandang penyakit yang sama. Sementara Prof Dr Firman Lubis MPH menyarankan agar setiap pasien didampingi konselor.Namun,kebutuhan ini belum dianggap krusial dibandingkan perawatan fisik. Dia membandingkan dengan kondisi di luar negeri, setiap pasien akan didampingi konselor sebelum menjalani pemeriksaan. ”Oleh sebab itu, dokter yang menangani pun harus memberikan konseling agar pasien dapat menerima tanpa perlu menyesali keadaan dirinya,” ucapnya.Selain itu,kasih sayang dari keluarga merupakan dukungan terbaik. (hendrati h)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar