Penderita Gangguan Neurologi Meningkat
GENEWA– Satu juta orang diprediksi mengalami ketidakmampuan fungsi tubuh sepanjang hidup akibat gangguan neurologi dari penyakit alzheimer sampai sakit kepala sebagai konsekuensi dari luka kepala.
Data ini jauh lebih tinggi dari yang diestimasikan sebelumnya,seperti laporan WHO mengenai penyakit neurologi.Hasil ini juga menekankan bahwa perawatan yang kurang optimal di sejumlah negara di dunia membuat biaya perawatan menjadi semakin mahal. Pada 2005, sebanyak 40 juta orang menderita epilepsi dan 24 juta lebih mengalami alzheimer atau gangguan lain yang dapat menyebabkan demensia,secara normal membutuhkan perawatan lebih.
Penelitian memprediksikan adanya kenaikan yang dihubungkan dengan penyakit alzheimer dan demensia masa mendatang, selama satu dasawarsa seiring pertambahan jumlah penduduk lansia. Penelitian ini meliputi penyakit infeksi secara langsung memengaruhi otak dan sistem saraf, seperti meningitis, polio, encephalitis, dan cerebrovascular, termasuk stroke atau dampak dari kekurangan nutrisi,bahkan HIV/AIDS. Berdasarkan data, sekitar 6,8 juta orang meninggal tiap tahun karena penyakit neurologi.
Sementara, data WHO mencatat sekitar 11,7% angka kematian akibat penyakit yang sama. Sekitar85% mengalamipenyakityangturunmenjadi penyakit cerebrovascular. ”Sistem kesehatan perlu diperkuat agar orang dengan gangguan neurologi mendapatkan perawatan yang lebih baik,” ujar Direktur Umum WHO Margaret Chan. Badan Kesehatan Dunia,WHO menekankan berbagai penyakit neurologi akan mengancam orang di seluruh dunia, tanpa memperhatikan usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, serta pendidikan.Biaya yang dikeluarkan untuk menangani masalah neurologi di Eropa diperkirakan mencapai USD183 juta pada 2004.
Enam tahun lalu,di Genewa sekitar 450 juta orang diperkirakan mengalami salah satu dari gangguan mental,neurologi,dan gangguan tingkah laku. Juru Bicara WHO Fadela Chaib melaporkan, penelitianterbarumemperkirakanjumlah penderita neurologi akan terus meningkat. Hasil penelitian tersebut seharusnya menjadi pemicu untuk meningkatkan kesadaran dan dibutuhkan komitmen tinggi untuk membuat keputusan. Chaib menambahkan,perhatian terhadap masalah itu harus dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti imunisasi yang dapat melawan meningitis dan identifikasi awal dan perawatan malaria. Selain itu, pencegahan yanglebihluas,sepertipenggunaanhelmatau sabuk pengaman dapat mengurangi risiko kecelakaan luka di kepala.(AFP/ hendrati h)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar